Rahasia Ione, aku berhasil
membukanya !
Saat itu aku sedang
melihatnya sedang sibuk melukis, aku juga tak tahu apa yang sebenarnya ia
gambar yang jelas saat itu ia sedang melukis langit-langitnya.
“
Aku duduk disini boleh? “ tanyaku dengan sopan. Namun ia tak langsung menjawab,
ia memperhatikanku sekitar 5 detik dan menjawab “ iya boleh”.
Saat itu aku memang
belum berani membuka percakapan yang banyak padanya, aku hanya melihat
bagaimana lekuk jari-jarinya memoles cat dengan sangat lincah sehingga
menghasilkan perpaduan warna yang menarik untuk dipandang oleh mata orang yang
hanya tahu bahwa lukisan itu “ sangat cantik ”. Pagi itu dia memang masih melukis langit-langitnya, namun aku sudah sangat terpukau ( ah aku memang yang agak lebay melihatnya
). Sore harinya ia masih saja sibuk dengan lukisannya yang ia gambar, kudekati
dan kupandang baik baik bagaimana bentuk dari lukisan itu.
Aku memang masih tak tahu siapa namanya, setiap hari
kupandang dirinya meskipun “ agak “ jarang terlihat berbicara dengan orang
lain, kucari tahu ternyata namanya Ione, yah seperti biasa aku takkan
memberitahu kalian siapa sih nama aslinya. Berhari hari aku melihat karya-karya
nya dan kurasa sikap dingin dia dapat membuahkan hasil tangan yang cukup
menarik. Dia jarang berbicara namun saat diajak mengobrol mungkin dia sosok
yang asik pikirku. Sampai hari itu aku bersama teman-temanku sedang asik
membicarakan sesuatu hal sambil makan-makan.
“ Yon, udah berapa mapel nih kamu
ketinggalan ? “ tanya salah satu temanku.
“ Udah ah bodo amat “ jawabnya
dengan ketus.
“ Kamu masih sekolah ? “ aku
bertanya pada Ione.
“ Yah aku masih sekolah dan satu
sekolah dengan dia “
“ Yaampun seriusan masih sekolah ?,
aku pikir kamu dah lulus “
“ Hehehe belum “
Aku terus memandangnya
sambil bertanya-tanya mengenai siapa sosok aslinya, kalian semua tahu bahwa aku
adalah sosok yang selalu ingin tahu mengenai setiap sosok yang kukenal dengan
lebih jelas berdasarkan sudut pandangku sendiri.
Malam itu kami menghabiskan waktu bersama semua
teman-temanku, sampai ada waktu kami berdua untuk mengobrol untuk saling
mengenal, aku di hubungi dia, ya untuk sekadar mengajaknya bicara. Sampai
akhirnya dia mengajakku makan dan aku benar-benar tahu bahwa dia memang sosok
yang asik. Kami tertawa bersama, bercerita dan saling bertukar pikiran mengenai
banyak hal. Yah sungguh indah masa itu.
Setelah kebersamaan kami usai ternyata kami masih
berlanjut dirumah, ia mulai sedikit demi sedikit membicarakan banyak hal yang
kadang membuatku merasa dia memang benar- benar sosok yang sangat- sangat
menyenangkan. Kami banyak menghabiskan waktu setiap malam lewat telepon sampai
akhirnya beberapa waktu aku mulai sibuk dengan beberapa kesibukanku dan sedikit
demi sedikit aku menghilang dari kehidupannya, padahal aku tau ia mempunyai
perasaan yang besar padaku.
“ Pid, Gimana kabarnya hari ini ? “
“ Oh baik – baik aja kok “
“ Gimana sekolah kamu “
“ Alhamdulillah lancar jaya “
Dan masih banyak lagi
pertanyaan – pertanyaan yang ia tanyakan padaku, dan aku selalu menjawab dengan
nada bicara biasa – biasa aja. Kalo dipikir aku sangat jahat sekali padanya dan
kuakui dia memang bisa melewati semua itu.
Malam minggu tepatnya, aku tak sengaja bertemu dengannya,
kudekati dan kuajak dia berbicara banyak hal.
“ Dari jam berapa disini ? “ tanyaku.
“ Hmm baru aja kok , kamu dari kapan
? “
“ Iya aku baru aja disini sama
bapakku, itu dia disana sedang memperhatikan kita “
“ Ayo duduk gaenak ngobrol sambil
berdiri “
Kami mengobrol lagi
seperti pertama kali kenal, banyak hal yang kami bicarakan untuk kembali
mengenang masa-masa yang kami berdua anggap sebagai hal yang cukup menarik untuk
kembali dibahas.
“ Eh aku dipanggil temanku tuh mau
pergi lagi “
“ Hah kemana ? “
“ Yah biasalah kerumah temanku itu “
“ Oh yaudah hati-hati ya “
“ Okey terima kasih “
Setelah dia pergi aku
berpikir bahwa dia mungkin saja lupa padaku atau mungkin tak akan begitu
meresponku, ternyata pikiranku salah, dia masih tetap sama seperti yang aku
kenal pertama kali. Dan ternyata perasaan nya pun masih tetap sama, “ gila nih
cowo hebat bener dah “.
Malam itu aku pulang lebih larut yah sekitar jam 12 malam
dan saat itu memang hpku mati total kehabisan batrai, dan sesampainya aku dirumah
aku langsung charger hpku dan
notif-notif WA masuk dan salah satunya
dari dia.
“ Udah dirumah? “
“ Udah nih baru sampe “
Ternyata chatku tak
dibacanya, besoknya dia hanya membaca nya tanpa membalas. Aku penasaran dengan
hal itu sampai aku telepon dia dan sampai aku tau apa alasan dia lakukan itu.
Dia mengira bahwa aku sudah melupakan dia dan masing-masing diantara kita ada
perasaan “ canggung “ satu sama lain. Padahal aku berharap dia yang akan
memulai nya, sampai berbulan-bulan saling canggung. Kadang aku sering membahas
hal ini dia hanya tertawa dan berkata “ udahlah “.
Sosok dia yang dingin dan saat sama aku berbanding
terbalik dengan apa yang sering aku duga-duga, dia yang manis dan penuh dengan
kebucinan. Kalo bisa aku katakan iya aku
akan katakan iya sebanyak-banyaknya atas apa yang dia lakukan, aku takkan
melupakan sosokmu !!!!!.
Note : Aku buat ini 30 menit aja manteman, mengisi kegabutanku untuk menaikkan mood belajar, dan semoga suka dengan cerita ini. Salamku untuk para pembaca!
Komentar
Posting Komentar